Sastra Indonesia

Berdebat dengan Aturan

Debat adalah suatu keterampilan berargumentasi dengan mengadu atau membandingkan pendapat bsecara berhadap-hadapan (Semi, 2008: 75). Debat merupakan proses penyampaian argunen yang mendukung atau menentang mosi.

1. Tujuan

Pada umumnya berdebat bertujuan untuk mengajak/memengaruhi tin pro atau tim kontra. Sebuah debat tidak memberi kesempatan untuk kompromi, baik tim pro dan tim kontra harus memerhatikan pandangan kedua belah pihak dan menghargai perbedaan pendapat masing-masing tim.

2. Norma

a. Norma dalam Berdebat

  • Pengetahuan mengenai pokok pembicaraan
  • Kemampuan menganalisis
  • Pengertian mengenai prinsip-prinsip argumentasi
  • Apresiasi terhadap kebenaran fakta-fakta
  • Kecakapan menemukan buah pikiran
  • Keterampilan dalam membuktikan kesalahan
  • Keterarahan, kelancaran dalam penyampaian pidato (Mulgrave, 1954:75)

b. Norma Bertanya

  • Mengetahui topik yang akan didiskusikan sebelum bertanya
  • Bersungguh-sungguh dalam mencari informasi
  • Janganlah dimaksudkan menguji pembicara
  • Singkat dan tepat
  • Tidak terlalu terbelit-belit
  • Hindarkan pertanyaan dari prasangka emosional
  • Pertanyaan mempunyai tujuan tertentu, yaitu mencari penjelasan dan fakta-fakta yang telah dikemukakan pembicara
  • Ajukanlah pertanyaan-pertanyaan khusus
  • Hindarkan cara berpikir yang tidak masuk akal dengan tidak untuk mendemonstrasikan keterampilan kita sendiri (powers, 1951:311)

3. Sifat dan Ciri Debat

a. bertujuan membenarkan pendapat sendiri dengan melemahkan pendapat lawan

b. berusaha membuktikan kebenaran pendapat atau pernyataan

c. bertujuan mengubah pendapat pendengar agar mendukung pendapat pembicaraan sekaligus menolak pendapat lawan

Debat bahasa Indonesia mengadopsi lomba debat dengan sistem parlementer. Unsur-unsur format tersebut adalah sebagai berikut.

1) Terdapat dua tim yang berdebat, masing-masing tim terdiri atas tiga pembicara yang secara bergilir akan menjadi pembicara.

2) Tim terdiri dari tim pro (mendukung mosi/topik) dan tim kontra (tidak mendukung mosi/topik).

3) Setiap pembicara akan menyampaikan pidato yang berlangsung selama tujuh menit.

4) Urutan pembicara dalam debat: pembicara ke-1 pemerintah dan oposisi, pembicara ke-2 sisi pemerintah dan oposisi, pembicara ke-3 sisi pemerintah dan oposisi, pidato membalas/penutup sisi oposisi dan sebaliknya.

5) Ketika pembicara menyampaikan pidato, anggota dari tim lawan dapat mengajukan interupsi yang dapat disampaikan diantara menit pertama dan keenam. Pembicara yang berpidato memiliki hak penuh untuk menerima dan menolak interupsi.

6) Dalam lomba debat, terdapat seseorang yang berperan sebagai “penjaga waktu/time keeper” yang berfungsi sebagai pemberi sinyal waktu.

7) Setiap debat dinilai oleh juri dengan jumlah ganjil. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

8) Setiap tim diberikan waktu 30 menit untuk melakukan persiapan setelah mosi/topik diumumkan. Dalam persiapan ini, tim tidak diperbolehkan menerima bantuan dari siapapun dan tidak diperbolehkan menggunakan laptop, smartphone, atau alat komunikasi lainnya.

4. Prosedur Debat

a. Kaji secara cermat pokok-pokok penting gagasan lawan. Bandingkan secara cermat dengan gagasan sendiri.
b. Perkuatlah dasar-dasar penopang gagasan sendiri sehingga lawan sulit mencari kelemahannya.
c. Kembangkanlah nalar Anda dengan urutan dan kaitan yang jelas sehingga kedengarannya sangat meyakinkan.
d. Uji argumentasi Anda dengan mencoba mengandaikan dirimu berada di posisi lawan.
e. Hindarilah dalam berargumentasi menggunakan istilah yang terlalu umum yang dapat menimbulkan kekurangtegasan atau dapat melemahkan argumentasi.
f. Harus tegas memilih aspek mana yang diberi penekanan pembahasan atau perdebatan.
g. Antisipasi arah pembicaraan lawan dengan tenang tanpa harus menjadi emosional

5. Jenis peraturan Debat

Gambar diatas merupakan jenis peraturan debat.

6. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Debat

a. Pernyataan Topik (mosi)
Mosi atau topik merupakan pernyataan positif yang akan menentukan arah dan usul dari suatu debat. Tim pro/Afirmatif (mendukung mosi), tim kontra/oposisi (menolak mosi)
b. Argumentasi
Setiap tim menyampaikan argumentasi mengenai alasan mendukung dan menolak mosi. Argumen yang baik bersifat logis dan relevan terhadap poin yang dibuktikan. Argumen yang baik terdiri dari pernyataan, alasan, bukti, dan kesimpulan.
c. Sanggahan
Sanggahan merupakan respons terhadap argumej tim lawan yang terelaborasi secara jelas.

Sumber: Buku Siswa Bahasa dan Sastra Indonesia SMA/MA kelas XI

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai